PRODI
DIV KEBIDANAN NGUDI WALUYO
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A.
IDENTITAS MATA
KULIAH
Nama Mata kuliah : Asuhan Kebidanan
Neonatus, Bayi Dan Balita
Kode Mata Kuliah : KEB 11.204
Beban Studi : 2 SKS
(T:2)
Penempatan :
Semestrer III
Pokok Bahasan : Asuhan Neonatus Dengan Pendekatan
MTBD dan MTBM
Sub Pokok Bahasan : Asuhan
Neonatus Pada Bayi dan Balita Sakit dengan Pendekatna MTBS dan MTBM
Waktu
Pertemuan : 2 x 50 menit
Pertemuan
Ke : 7
Hari/Tanggal :
B.
STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa
mampu mengaplikasikan materi asuhan neonatus pada bayi dan balita sakit dengan
pendekatna MTBS dan MTBM
C.
KOMPETENSI DASAR
Setelah mengikuti pembelajaran ini
mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan asuhan neonatus bada bayi dan balita asuhan neonatus pada bayi dan balita
sakit dengan pendekatan MTBS dan MTBM
D. INDIKATOR
Setelah
menjelaskan pembelajaran mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mampu
menjelaskan asuhan pada bayi dan balita sakit dengan pendekatan MTBS dan MTBM
2. Mampu
menjelaskan penilaian dan klasifikasi bayi dan balita sakit dengan pendekatan
MTBS dan MTBM
E.
TUJUAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Setelah melakukan latihan ini,
praktikum mampu:
1.
Membuka pelajaran,
dengan mengaitkan, menarik perhatian, dan menyampaikan tujuan.
2.
Menjelaskan materi pembelajaran sesuai
dengan karateristik bahan dan mahasiswa .
3.
Menutup pelajaran, dengan menerangkan,
meriview, mengevaluasi dan memberikan tindak lanjut.
F.
POKOK
- POKOK MATERI
1. Menjelaskan pengertian dari ikterus
2. Menjelaskan pembagian ikterus
G.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
Waktu
|
Kegiatan
Mahasiswa
|
Kegiatan
Dosen
|
Media
|
Metode
|
|
Pendahuluan
(2
menit)
|
1. Mahasiswa
mengucapkan salam kepada dosen
2. Mahasiswa
melakukan apersepsi mengenai pembelajaran hari ini
|
1.
Menjawab
salam
2.
Mendengarkan
pendapat dari mahasiswa
|
LCD
Laptop
Power point
|
Ceramah
Ceramah
|
|
Penyajian
(8
menit)
|
1.
a.
Mahasiswa memberikan pendapat tentang pengertian ikterus
b. Mahasiswa lain memberikan tanggapan tentang pengertian ikterus
c. Mahasiswa menyimpulkan pengertian
ikterus
2. a. Mahasiswa memberikan
pendapat tentang pembagian ikterus
b.
Mahasiswa lain memberikan tanggapan
tentang pembagian ikterus
c.
Mahasiswa menyimpulkan tentang pembagian ikterus
|
1. a.
Menjadi fasilitator dan mendengarkan
pendapat mahasiswa tentang pengertian ikterus
b.Meminta tanggapan kepada mahasiswa lain
c. Menguatkan jawaban mahasiswa dan
menyimpulkan tentang pengertian ikterus
2. a.
Menjadi fasilitaor dan mendengarkan pendapat mahasiswa tentang pembagian ikterus
b. Meminta tanggapan kepada
mahasiswa lain
c.
Menguatkan jawaban mahasiswa dan
menyimpulkan tentang pembagian ikterus
|
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
|
Tanya jawab
Tanya jawab & ceramah
Tanya
jawab &
Ceramah
Tanya jawab & Ceramah
Tanya jawab
Tanya jawab &
Ceramah
|
|
Penutup
(5
menit)
|
1.
Mahasiswa bertanya tentang materi yang
belum dipahami
2.
Mahasiswa menyimpulkan dari materi
pembelajaran pada pertemuan ini
3.
Mahasiswa bersedia diberikan evaluasi
4.
Menutup pertemuan ini dengan menjawab
salam
|
1.
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk bertanya, dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjawab
pertanyaan
2.
Mendengarkan dan menguatkan jawaban
dari mahasiswa, dan menyimpulkan materi yang telah disampaikan
3.
Mengevaluasi materi yang telah
disampaikan dengan memberi pertanyaan kepada mahasiswa
4. Menutup pertemuan dengan memberi salam penutup
|
-
-
-
-
|
Tanya jawab & ceramah
Ceramah
Tanya jawab
|
H. EVALUASI
1. Prosedur : Postest
2. Jenis :
Lisan
3. Alat : Test
4.
Bentuk : Tes Subyektif
I.
REFERENSI
Nanny
Lia Dewi, Vivian. 2013. Asuhan Neonatus
Bayi Dan Anak Balita. Jakarta : Salemba Medika.
J.
LAMPIRAN
Lampiran
1 : Materi
Lampiran
2 : Evaluasi
Lampiran
3 : Media
Lampiran 1
ASUHAN
KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN RESIKO TINGGI
IKTERUS
1.
Pengertian
Ikterus adalah salah satu keadaan menyerupai
penyakit hati yang terdapat pada bayi baru lahir akibat terjadinya
hiperbilirubinemia. Ikterus merupakan salah satu kegawatan yang sering terjadi
pada bayi baru lahir, sebanyak 25-50% pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi
berat lahir rendah (Vivian, 2013).
2.
Pembagian
Ikterus
a.
Ikterus fisiologis :
Adalah
ikterus normal yang dialami oleh bayi baru lahir, tidak mempunyai dasar
patologis sehingga tidak berpotensi menjadi kern
ikterus.
· Ikterus
yang timbul pada hari kedua
· Tidak
mempunyai dasar patologis
· Kadarnya
tidak melampaui kadar yang membahayakan, kadar bilirubin indirect tidak lebih dari 10 mg% pada nenonatus cukup bulan dan
12,5 mg% pada neonates kurang bulan.
· Peningkatan
kadar bilirubin tidak lebih dari 5 mg% per hari
· Kadar
bilirubin direct tidak lebih dari 1
mg%
· Ikterus
menghilang pada 10 hari pertama
b.
Ikterus patologis :
Adalah
ikterus yang mempunyai dasar patologis dengan kadar bilirubin mencapai suatu
nilai yang disebut hiperbilirubinemia.
· Ikterus
yang terjadi dalam 24 jam pertama
· Kadar
bilirubin melebihi 10 mg% pada neonatus cukup bulan atau melebihi 12,5 mg% pada
neonatus kurang bulan
· Peningkatan
bilirubin melebihi 5 mg% per hari
· Ikterus
menetap sesudah 2 minggu pertama
· Kadar
bilirubin direct > 1 mg%

Gambar daerah kulit bayi yang berwarna kuning untuk
penerapan rumus Kramer
Derajat
ikterus pada neonatus menurut Kramer
|
Daerah
|
Luas Ikterus
|
Kadar Bilirubin (mg%)
|
|
1
|
Kepala dan leher
|
5
|
|
2
|
Daerah 1 + badan bagian atas
|
9
|
|
3
|
Daerah 1, 2 + badan bagian bawah dan
lutut
|
11
|
|
4
|
Daerah 1, 2, 3 + lengan dada kaki di
bawah tungkai
|
12
|
|
5
|
Daerah 1, 2, 3, 4 + tangan dan kaki
|
16
|
Contoh 1. Kulit bayi kuning di kepala, leher dan badan bagian atas,
berarti kadar bilirubin kira-kira 9 mg%.
Lampiran
2
EVALUASI
Pertanyaan
1.
Jelaskan pengertian ikterus!
2.
Sebutkan
perbedaan ikterus fisiologis dan patologis!
3.
Jelaskan
luas ikterus pada daerah 1 dan 2 berdasarkan rumus kramer!
Jawaban.
1.
Ikterus adalah salah satu keadaan
menyerupai penyakit hati yang terdapat pada bayi baru lahir akibat terjadinya
hiperbilirubinemia. Ikterus merupakan salah satu kegawatan yang sering terjadi
pada bayi baru lahir.
2.
Ikterus
Fisiologis:
· Ikterus
yang timbul pada hari kedua
· Tidak
mempunyai dasar patologis
· Kadarnya
tidak melampaui kadar yang membahayakan, kadar bilirubin indirect tidak lebih dari 10 mg% pada nenonatus cukup bulan dan
12,5 mg% pada neonates kurang bulan.
· Peningkatan
kadar bilirubin tidak lebih dari 5 mg% per hari
· Kadar
bilirubin direct tidak lebih dari 1
mg%
· Ikterus
menghilang pada 10 hari pertama
Ikterus Patologis:
· Ikterus
yang terjadi dalam 24 jam pertama
· Kadar
bilirubin melebihi 10 mg% pada neonatus cukup bulan atau melebihi 12,5 mg% pada
neonatus cukup bulan
· Peningkatan
bilirubin melebihi 5 mg% per hari
· Ikterus
menetap sesudah 2 minggu pertama
· Kadar
bilirubin direct > 1 mg%
3.
|
Daerah
|
Luas Ikterus
|
Kadar Bilirubin (mg%)
|
|
1
|
Kepala dan leher
|
5
|
|
2
|
Daerah 1
(+)
Badan bagian atas
|
9
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar