Jumat, 29 April 2016

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Neonatus)



PRODI DIV KEBIDANAN NGUDI WALUYO
RENCANA  PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A.      IDENTITAS MATA KULIAH
Nama Mata kuliah      : Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi Dan Balita
Kode Mata Kuliah      : KEB 11.204
Beban Studi                : 2 SKS (T:2)
Penempatan                : Semestrer III
Pokok Bahasan           : Asuhan Neonatus Dengan Pendekatan MTBD dan MTBM
Sub Pokok Bahasan    : Asuhan Neonatus Pada Bayi dan Balita Sakit dengan   Pendekatna MTBS dan MTBM
Waktu Pertemuan       : 2 x 50 menit
Pertemuan Ke             : 7
Hari/Tanggal               :

B.       STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa mampu mengaplikasikan materi asuhan neonatus pada bayi dan balita sakit dengan pendekatna MTBS dan MTBM

C.      KOMPETENSI DASAR
Setelah mengikuti pembelajaran ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan asuhan neonatus bada bayi dan balita asuhan neonatus pada bayi dan balita sakit dengan pendekatan MTBS dan MTBM

D.      INDIKATOR
Setelah menjelaskan pembelajaran mahasiswa diharapkan mampu :
1.         Mampu menjelaskan asuhan pada bayi dan balita sakit dengan pendekatan MTBS dan MTBM
2.         Mampu menjelaskan penilaian dan klasifikasi bayi dan balita sakit dengan pendekatan MTBS dan MTBM

E.       TUJUAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Setelah melakukan latihan ini, praktikum mampu:
1.    Membuka pelajaran, dengan mengaitkan, menarik perhatian, dan menyampaikan tujuan.
2.    Menjelaskan materi pembelajaran sesuai dengan karateristik bahan dan mahasiswa .
3.    Menutup pelajaran, dengan menerangkan, meriview, mengevaluasi dan memberikan tindak lanjut.

F.       POKOK - POKOK MATERI
1.    Menjelaskan pengertian dari ikterus
2.    Menjelaskan pembagian ikterus

G.      KEGIATAN PEMBELAJARAN
Waktu
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Dosen
Media
Metode
Pendahuluan
(2 menit)
1. Mahasiswa mengucapkan salam kepada dosen
2. Mahasiswa melakukan apersepsi mengenai pembelajaran hari ini
1.    Menjawab salam


2.    Mendengarkan pendapat dari mahasiswa
LCD
Laptop

Power point
Ceramah


Ceramah

Penyajian
(8 menit)
1.    a. Mahasiswa memberikan pendapat tentang pengertian ikterus



b. Mahasiswa lain memberikan tanggapan tentang pengertian ikterus
c.  Mahasiswa menyimpulkan pengertian ikterus



2. a.  Mahasiswa memberikan pendapat tentang pembagian ikterus


b.    Mahasiswa lain memberikan tanggapan tentang pembagian ikterus
c.    Mahasiswa menyimpulkan tentang pembagian ikterus
1.  a.  Menjadi fasilitator dan mendengarkan pendapat mahasiswa tentang pengertian ikterus
b. Meminta tanggapan kepada mahasiswa lain

c. Menguatkan jawaban mahasiswa dan menyimpulkan tentang pengertian ikterus
2. a.  Menjadi fasilitaor dan mendengarkan pendapat mahasiswa  tentang pembagian ikterus
b.  Meminta tanggapan kepada mahasiswa lain

c.    Menguatkan jawaban mahasiswa dan menyimpulkan tentang pembagian ikterus
Power point





Power point


Power point




Power point




Power point


Power point
Tanya jawab





Tanya jawab & ceramah

Tanya jawab &
Ceramah



Tanya jawab & Ceramah



Tanya jawab


Tanya jawab &
Ceramah



Penutup
(5 menit)
1.    Mahasiswa bertanya tentang materi yang belum dipahami





2.    Mahasiswa menyimpulkan dari materi pembelajaran pada pertemuan ini


3.    Mahasiswa bersedia diberikan evaluasi



4.    Menutup pertemuan ini dengan menjawab salam
1.    Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya, dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan
2.    Mendengarkan dan menguatkan jawaban dari mahasiswa, dan menyimpulkan materi yang telah disampaikan
3.    Mengevaluasi materi yang telah disampaikan dengan memberi pertanyaan kepada mahasiswa
4. Menutup pertemuan dengan memberi salam penutup
-







-





-




-
Tanya jawab & ceramah





Ceramah





Tanya jawab

H.      EVALUASI
1.                                              Prosedur             : Postest
2.                                              Jenis       : Lisan
3.                                              Alat        : Test
4.                                              Bentuk   : Tes Subyektif

I.         REFERENSI
Nanny Lia Dewi, Vivian. 2013. Asuhan Neonatus Bayi Dan Anak Balita. Jakarta : Salemba Medika.

J.        LAMPIRAN
Lampiran 1           : Materi
Lampiran 2           : Evaluasi
Lampiran 3           : Media


Lampiran 1

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN RESIKO TINGGI
IKTERUS

1.        Pengertian
Ikterus adalah salah satu keadaan menyerupai penyakit hati yang terdapat pada bayi baru lahir akibat terjadinya hiperbilirubinemia. Ikterus merupakan salah satu kegawatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir, sebanyak 25-50% pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi berat lahir rendah (Vivian, 2013).
2.        Pembagian Ikterus
a.              Ikterus fisiologis :
Adalah ikterus normal yang dialami oleh bayi baru lahir, tidak mempunyai dasar patologis sehingga tidak berpotensi menjadi kern ikterus.
·      Ikterus yang timbul pada hari kedua
·      Tidak mempunyai dasar patologis
·      Kadarnya tidak melampaui kadar yang membahayakan, kadar bilirubin indirect tidak lebih dari 10 mg% pada nenonatus cukup bulan dan 12,5 mg% pada neonates kurang bulan.
·      Peningkatan kadar bilirubin tidak lebih dari 5 mg% per hari
·      Kadar bilirubin direct tidak lebih dari 1 mg%
·      Ikterus menghilang pada 10 hari pertama
b.             Ikterus patologis :
Adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis dengan kadar bilirubin mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia.
·      Ikterus yang terjadi dalam 24 jam pertama
·      Kadar bilirubin melebihi 10 mg% pada neonatus cukup bulan atau melebihi 12,5 mg% pada neonatus kurang bulan
·      Peningkatan bilirubin melebihi 5 mg% per hari
·      Ikterus menetap sesudah 2 minggu pertama
·      Kadar bilirubin direct > 1 mg% 

Gambar daerah kulit bayi yang berwarna kuning untuk penerapan rumus Kramer

Derajat ikterus pada neonatus menurut Kramer
Daerah
Luas Ikterus
Kadar Bilirubin (mg%)
1
Kepala dan leher
5
2
Daerah 1 + badan bagian atas
9
3
Daerah 1, 2 + badan bagian bawah dan lutut
11
4
Daerah 1, 2, 3 + lengan dada kaki di bawah tungkai
12
5
Daerah 1, 2, 3, 4 + tangan dan kaki
16
 Contoh 1.       Kulit bayi kuning di kepala, leher dan badan bagian atas, berarti kadar bilirubin kira-kira 9 mg%.










Lampiran 2
EVALUASI

Pertanyaan
1.    Jelaskan pengertian ikterus!
2.    Sebutkan perbedaan ikterus fisiologis dan patologis!
3.    Jelaskan luas ikterus pada daerah 1 dan 2 berdasarkan rumus kramer!

Jawaban.
1.        Ikterus adalah salah satu keadaan menyerupai penyakit hati yang terdapat pada bayi baru lahir akibat terjadinya hiperbilirubinemia. Ikterus merupakan salah satu kegawatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir.
2.        Ikterus Fisiologis:
·      Ikterus yang timbul pada hari kedua
·      Tidak mempunyai dasar patologis
·      Kadarnya tidak melampaui kadar yang membahayakan, kadar bilirubin indirect tidak lebih dari 10 mg% pada nenonatus cukup bulan dan 12,5 mg% pada neonates kurang bulan.
·      Peningkatan kadar bilirubin tidak lebih dari 5 mg% per hari
·      Kadar bilirubin direct tidak lebih dari 1 mg%
·      Ikterus menghilang pada 10 hari pertama
Ikterus Patologis:
·      Ikterus yang terjadi dalam 24 jam pertama
·      Kadar bilirubin melebihi 10 mg% pada neonatus cukup bulan atau melebihi 12,5 mg% pada neonatus cukup bulan
·      Peningkatan bilirubin melebihi 5 mg% per hari
·      Ikterus menetap sesudah 2 minggu pertama
·      Kadar bilirubin direct > 1 mg%
3.                   
Daerah
Luas Ikterus
Kadar Bilirubin (mg%)
1
Kepala dan leher
5
2
Daerah 1
(+)
Badan bagian atas
9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar